IDEN
Launching Halal Logistik oleh Inticorp Logistics
06 March 2023

Jakarta, KNEKS - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menghadiri peluncuran fasilitas “Halal Logistik” yang diwakili oleh Afdhal Aliasar, Direktur Industri Produk Halal, pada hari Kamis (2/3) di Hotel Santika Kelapa Gading, Jakarta Utara. Acara ini merupakan inisiasi PT. Intitrans Perkasa Abadi (IntiCorp Logistics), sebuah perusahaan penyedia jasa layanan transportasi, logistik, dan ekspor-impor.

Dalam acara ini turut hadir Tjong Chia Huie, selaku Direktur PT. Intitrans Perkasa Abadi (IntiCorp Logistics), yang mengatakan bahwa diresmikannya Halal Logistik akan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan para pelaku bisnis logistik, untuk mengoptimalkan fitur halal logistik di IntiCorp Logistics.

Peresmian Halal Logistik ditandai dengan penyerahan sertifikat halal untuk jasa logistik kepada IntiCorp Logistics oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang diwakili oleh Cecep Kosasih. “Dengan diterimanya sertifikat halal tersebut, dapat dipastikan bahwa semua layanan IntiCorp Logistics telah mengadopsi standar layanan produk halal, mulai dari pengangkutan (trucking), hingga proses penyimpanan, atau pergudangan,” ujar Tjong.

Turut hadir juga memberikan sambutan, Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati, “Hingga saat ini sudah ada 48 perusahaan logistik di Indonesia yang mengantongi sertifikat halal dalam layanan logistiknya, untuk kegiatan pengemasan, penyimpanan, maupun distribusi,” ujarnya.

Muti juga menekankan pentingnya fasilitas logistik halal, karena hal tersebut merupakan bagian dari program pemerintah sesuai dengan UU no. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), dimana pada pasal 1 disebutkan bahwa jaminan halal tidak hanya mencakup barang, tetapi juga terhadap layanan jasanya, yaitu terkait dengan penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian barang dan/atau jasa. Halal logistik dibutuhkan untuk menjamin kehalalan produk secara end-to-end dari bahan dasar di produsen, dilanjutkan ke proses pengolahan, hingga produk jadi ke konsumen.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peresmian halal logistik, dilaksanakan pula penandatanganan MoU antara Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) dengan IntiCorp Logistics, mengenai training dan sertifikasi bidang Supply Chain and Logistics.

Acara dilanjutkan dengan Diskusi Panel tentang “Tantangan Implementasi Halal Logistik di Indonesia”. Diskusi Panel yang dimoderatori oleh Senior Advisor IntiCorp Logistics, yang juga Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Nofrisel, menghadirkan beberapa narasumber antara lain : Direktur Industri Produk Halal dari KNEKS, Afdhal Aliasar; Ketua Umum ALI, Mahendra Rianto; serta Quality Manager PT HAVI Indonesia, Fatia Hartianty.

Menanggapi pertanyaan awal dari moderator, Afdhal menyampaikan bahwa layanan produk halal sangat penting dalam membangun reputasi bisnis untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan jumlah masyarakat muslim terbesar, Indonesia diharapkan menjadi pemimpin industri halal logistik di dunia.

Afdhal melanjutkan bahwa saat ini telah ditandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Lembaga National Single Window (LNSW), KNEKS, dan BPJPH, mengenai kerja sama integrasi sistem informasi dalam rangka pencatatan produk bersertifikasi halal. DJBC telah menyiapkan kode dokumen pelengkap pabean untuk dokumen bersertifikat halal pada modul Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dengan kode 952, pada kolom 29 modul PEB.

“Bagi para eksportir yang komoditas ekspornya telah mendapatkan sertifikat halal dari BPJPH, dihimbau agar melakukan pengisian kode 952 tersebut saat melengkapi modul PEB, sehingga dapat membantu pemerintah untuk mengambil kebijakan dalam pengembangan industri halal di Indonesia. Apabila dibutuhkan, KNEKS juga bersedia untuk memberikan bantuan pendampingan pada proses pengisian kode 952 tersebut,” pungkas Afdhal.

Berikutnya, Mahendra mengajak berbagai kalangan untuk menghimpun daya bersama guna mewujudkan supply chain and logistics untuk industri halal. Perlu adanya master plan untuk logistik dengan periode jangka panjang dan cross-generation. Tujuannya agar program-program yang disusun dapat terus dijalankan, walaupun pemerintahan berganti.

Hal senada dikemukakan Fatia, menurutnya jargon layanan logistik halal sudah semestinya dikembangkan di Indonesia dan menjadi fitrah masyarakat Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Sejumlah pelaku usaha dan pemerhati logistik juga hadir pada acara Launching Halal Logistik IntiCorp Logistics dan Diskusi Panel tersebut.

Penulis: Afifah Tsurayya, Binsar Agung Hartanto
Redaktur Pelaksana: Ishmah Qurratu'ain

 

Berita Lainnya