IDEN
Komitmen BRIN Mendukung Pengembangan dan Inovasi Produk Halal
29 Oktober 2022

Dewasa ini, permintaan akan produk halal mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tingginya permintaan akan produk halal mendorong berkembangnya industri halal yang kemudian menjadi perspektif baru dalam perkembangan bisnis. Pelaku industri kemudian mengenakan label maupun tagline halal untuk memperkuat brand image produk dan perusahaannya. Di sisi lain, kesadaran dalam mengonsumsi produk halal merupakan sebuah urgensi yang datangnya bukan hanya dari masyarakat Indonesia melanikan juga dari masyarakat dunia.

Berdasarkan Laporan Global Islamic Economy Report 2022, konsumsi masyarakat global pada enam sektor ekonomi rill mencapai dua triliun dollar AS oleh 1,9 miliar Muslim seluruh dunia hingga kuartal III 2021. Kontribusi terbesar konsumsi rill berasal dari makanan halal sebesar 1,67 triliun dollar AS, tumbuh 7,1 persen. Pada laporan ini juga dijelaskan bahwa makanan halal (halal food) Indonesia masuk peringkat dua dunia. Selain itu, Indonesia terbukti mampu mempertahankan posisi keempat dunia secara keseluruhan peringkat setelah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirate Arab. Hal ini juga mencerminkan bahwa sektor industri halal memiliki potensi yang besar dan sebagai salah satu alternatif utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk mewujudkan potensi dan peluang sektor halal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pemangku kepentingan. Banyak tantangan yang harus diselesaikan untuk mampu menjadikan sektor halal sebagai pilar utama dalam mendukung perekonomian nasional. Salah satunya ialah pengembangan dan pemanfaatan teknologi serta inovasi agar produk halal Indonesia memiliki daya saing tinggi di dunia internasional.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyelenggarakan Halal Tech Expo dan Halal Tech Forum yang merupakan bagian dari kegiatan Indonesia Research and Innovation (InaRI) Expo 2022 di ICC Building KST Bung Karno, BRIN Cibinong, Jawa Barat mulai dari tanggal 27-30 Oktober 2022. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong dan mengoptimalkan produk hasil riset dan inovasi di sektor halal.

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain sebagai sarana mempromosikan produk hasil riset dan inovasi BRIN kepada pengguna teknologi baik untuk pelaku industri/UMKM, masyarakat, dan pihak lainnya, agar terjadi peningkatan dalam pemanfaatan dan kerjasama di sektor industri halal. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya menumbuhkembangkan dan memperkuat ekosistem riset dan inovasi di bidang produk halal (termasuk memperkuat jejaring dan kolaborasi baik antar pelaku riset dan inovasi, antar pengguna teknologi, maupun antara pihak pengguna dan penyedia teknologi), baik secara nasional maupung global.

Kegiatan Halal Tech Forum sendiri dibuka oleh Plt. Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, R. Hendrian yang menyampaikan bahwa BRIN berkomitmen untuk mendukung KNEKS dan industri lokal terkait pengembangan produk halal. KNEKS melalui Direktur Infrastruktur Ekosistem Ekonomi Syariah, Sutan Emir Hidayat juga menyampaikan bahwa sebagai prasyarat terwujudnya Indonesia sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar dunia, ketersediaan infrastruktur pendukung ekosistem syariah yang baik, integratif dan efisien sangat penting untuk dikembangkan.

“Salah satu pilar infrastruktur pendukung tersebut adalah Riset dan Inovasi (R&D) di bidang sains halal dan inovasi produk halal,” ujar Emir. Pentingnya Riset dan Inovasi Produk Halal berbasis teknologi dibutuhkan untk dapat menghasilkan produk halal yang berdaya saing dan kompetitif di pasar internasional.

Kegiatan Halal Tech Forum terbagi ke dalam 2 diskusi menarik. Diskusi sesi pertama mengangkat tema “Teknologi Bahan Halal di Sektor Pertanian, Makanan, dan Minuman” dan disampaikan oleh 3 narasumber yang telah berkontribusi luar biasa dalam bidangnya masing-masing. Tiga narasumber tersebut antara lain Satriyo Krido Wahono selaku Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN, Lestri Fajrinia selaku Nutrition ID R&D Foods Lead Unilever Indonesia, dan Nancy Dewi Yuliana selaku Peneliti Halal Science Center IPB.

Adapun diskusi sesi kedua mengangkat tema “Teknologi Bahan Halal di Sektor Obat-obatan dan Kosmetik” yang disampaikan oleh Marrisa Angelina selaku Peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat-obatan Tradisional BRIN, Sari Chairunnisa selaku Vice President of R&D Paragon Technology & Innovation (Wardah), Priyo Wahyudi selaku Tenaga Ahli LPPOM MUI, dan Dwi Andayani selaku Direktur Pengembangan Usaha Halal & Ekonomi dan Keuangan Syariah Istiqlal Halal Center.

Penulis: Nadiah Hidayati 
Redaktur Pelaksana: Ishmah Qurratu'ain

Berita Lainnya