IDEN
Pelatihan BMT 4.0 di Malang Jawa Timur
31 Oktober 2022

Malang, KNEKS - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyelenggarakan pelatihan Baitul Maal wat-Tamwiil (BMT) 4.0 di Hotel Grand Mercure Malang, Jawa Timur.  Pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan program prioritas nasional KNEKS yakni “BMT 4.0 : Tranformasi Digital dan Sustainabilitas”. Pelatihan diiikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan dari 30 BMT yang berasal dari kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Acara dibuka oleh Direktur Keuangan Sosial Syariah Ahmad Juwaini setelah sebelumnya memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Ahmad menyampaikan bahwa saat ini jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkisar pada angka 66 juta, yang 60 juta diantaranya merupakan usaha mikro dan kecil. Kontribusi UMKM terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) adalah 61% dan UMKM menyerap 97% tenaga kerja. Dengan angka-angka tersebut maka UMKM menjadi tumpuan hidup mayoritas bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, menjaga kelangsungan hidup dan mengembangkan UMKM sangat penting karena merupakan sumber penghasilan lebih dari 90% persen penduduk Indonesia. Dapat disimpulkan pula bahwa menjadi sangat penting berpihak pada UMKM untuk menyelamatkan bangsa ini. Bila kita abai kepada UMKM, maka 90% lebih pendudukan Indonesia terabaikan sehingga akan menjadi negara yang gagal.

Selanjutnya Ahmad menyampaikan pentingnya pengawasan yang baik untuk meningkatkan kualitas BMT. Dengan pengawasan yang baik, dapat dihindari adanya fraud atau tindak kriminal di BMT. Melakukan tindak kriminal pada lembaga yang memegang amanah sudah merupakan hal yang buruk apalagi lembaga tersebut membawa nama agama.

Pengawasan harus dijadikan kebutuhan bagi BMT, bukan sebagai beban apalagi ancaman.  Pengawasan adalah mekanisme untuk menjadi lebih baik. Dalam Islam pengawasan itu seperti saling nasihat-menasehati dalam kebaikan dan sabar.

Setelah Dibuka dengan resmi, Bagus Aryo selaku Deputi Direktur Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) KNEKS memberikan penjelasan tentang pelatihan BMT 4.0.  Bagus menjelaskan bahwa pelatihan ini di tahun 2022 merupakan pelatihan yang kelima setelah di Jawa Barat, Aceh, Sumatera Barat, dan Lampung.  Diharapkan setelah pelatihan berakhir, peserta mampu menerapkan hasil pelatihannya di masing-masing BMT.

Implementasi hasil pelatihan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi BMT, selain itu ada kegiatan tindak lanjut pasca kegiatan ini, termasuk kunjungan monitoring dari KNEKS. Monitoring dilakukan oleh KNEKS secara zoom, juga berupa kunjungan langsung ke masing-masing BMT.  Sehubungan Jabar merupakan wilayah pertama pelatihan ini diselenggarakan di tahun 2022, maka kunjungan lapangan yang pertama dilakukan untuk wilayah Jawa Barat yakni ke Bandung dan Bekasi.

Bagus menambahkan, bahwa digitalisasi penting bagi BMT, karena pilar-pilar pengembangan BMT akan diperkuat dengan adanya digitalisasi. Permasalahan-permasalahan BMT akan banyak yang dapat diselesaikan bila telah terdigitalisasi. Ke depan koperasi-koperasi akan tersambung ke dash board pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dimulai dengan mewajibkan koperasi yang masuk ke KUK 3 dan KUK 4. Dengan ketentuan ini, maka digitalisasi sudah menjadi kewajiban bagi koperasi.

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan BMT bisa meningkatkan kiprahnya dalam pemberdayaan pengusaha mikro di garda terdepan. BMT bisa meningkatkan kontribusinya bagi perbaikan ekonomi nasional.

Penulis: Iwan Rudi Saktiawan
Redaktur Pelaksana: Ishmah Qurratu'ain

Berita Lainnya