IDEN
Rangkaian Training of Trainers (ToT) Guru Pelopor Ekonomi Syariah
08 Juni 2022

Jakarta, KNEKS - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAII) telah selesai melaksanakan rangkaian Training of Trainers (ToT) Guru Pelopor Ekonomi Syariah yang diikuti oleh 35 guru Pendidikan Agama Islam perwakilan dari seluruh Indonesia, Selasa (7/6).

Kegiatan Training of Trainer (ToT) dilakukan mengingat pentingnya edukasi ekonomi dan keuangan syariah pada usia sekolah, khususnya pada level sekolah Menengah Atas (SMA). Siswa perlu diberikan pemahaman dasar tentang ekonomi dan keuangan syariah yang diharapkan menjadi salah satu modal untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta untuk mengakomodir keingintahuan siswa dan tercapainya literasi ekonomi dan keuangan syariah yang lebih baik.

ToT ini telah dilaksanakan sebanyak 3 sesi dengan membawa tema materi yang berbeda disetiap sesinya yakni sesi pertama mengupas topik prinsip dasar ekonomi syariah, sedangkan sesi kedua adalah Fiqh Muamalah, Usul Fiqh, Dan Kaidah Fiqhiyah. Adapun sesi ketiga yakni pada hari ini (6 – 7 juni) membahas terkait Prinsip Dasar dan Praktik Industri Keuangan Syariah dengan menghadirkan narasumber dari Departemen Ekonomi Dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Wakaf Indonesia (BWI) serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Pada kesempatan tersebut, Kesumawati Syafei selaku Asisten Direktur DEKS Bank Indonesia menyampaikan bahwa lembaga internasional sudah mulai menyadari akan pentingya ekonomi syariah, sehingga International Monetary Fund (IMF) membentuk external advisory group, dan tim ahli dari berbagai institusi untuk mengidentifikasi isu-isu kebijakan dan kordinasi terkait dengan ekonomi syariah.

Selanjutnya, Muhibbuddin Ahmad dari Divisi Keuangan Inklusif Syariah KNEKS menyampaikan bahwa dalam mendorong inklusi keuangan syariah pemerintah telah melakukan berbagai inisiatif, salah satunya dengan optimalisasi dan kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan syariah, pesantren dan pengusaha. Hal ini bertujuan untuk memenuhi layanan serta produk keuangan syariah yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Horas V.M Tarihoran selaku Direktur Literasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa di era digital seperti sekarang ini pertumbuhan dan kemajuan dalam bidang keuangan akan semakin besar. Dengan demikian, kedepannya akan semakin besar tantangan dan masalah yang akan terjadi.

Anggota Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), Irfan Syauqi Beik, menambahkan keuangan sosial islam memiliki potensi luar biasa dimana milestone Islamic social finance muncul karena terjadinya krisis ekonomi tahun 2008, yang mendorong World Bank untuk mengembangkannya dengan hadirnya financial sector research programme.

Training of Trainers (ToT) berlangsung sangat informatif dan peserta yang aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung. Setelah rangkaian ToT ini selesai, nantinya akan dilakukan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terkait ekonomi dan keuangan syariah setelah mengikuti rangkaian ToT.

Penulis: Elsa Fitriyani dan Atiqoh Nasution
Redaktur Pelaksana: Ishmah Qurratu'ain

Berita Lainnya