IDEN
Sinergi Pengembangan Industri Produk Halal melalui Riset & Inovasi Bidang Sains
08 Juli 2021

Jakarta, KNEKS - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berdiskusi tentang komitmen untuk bersinergi dalam pengembangan riset bidang sains halal Indonesia pada Kamis (8/7). Agenda ini dilakukan dalam rangka memperkuat riset dan inovasi nasional di bidang sains halal.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ventje Rahardjo selaku Direktur Eksekutif KNEKS, Sutan Emir Hidayat selaku Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Ginanjar Dewandaru selaku Kepala Divisi Riset Ekonomi Syariah beserta semua analis riset: Muhammad Quraisy, Nadiah Hidayati, dan Citra Atrina Sari.

Sementara dari BRIN dihadiri oleh Laksana Tri Handoko selaku Kepala BRIN, Mego Pinandito (Sekretaris Utama BRIN), Prof. Ismunandar (Plt. Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan), Prof. Erry Ricardo (Deputi Penguatan Inovasi), serta Prakoso Bhairawa Putera selaku Ketua Tim Transisi BRIN.

Direktur Eksekutif KNEKS, Ventje Rahardjo memaparkan bahwa perubahan KNKS menjadi KNEKS memperluas tugas dan fungsinya, tidak hanya mempercepat, memperluas, dan mengembangkan keuangan syariah Indonesia, tetapi juga ekonomi syariah secara keseluruhan, termasuk industri halal.

Sutan Emir selaku Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS menambahkan bahwa Wakil Presiden (Wapres) sekaligus Ketua Harian KNEKS, K.H Ma’ruf Amin memberikan empat arahan utama untuk pengembangan industri halal; (1) Mengembangkan riset halal dan meningkatkan substitusi impor, (2) Membangun kawasan-kawasan industri halal yang terintegrasi dengan fasilitas logistik halal, (3) Membangun sistem informasi industri halal, termasuk mempercepat proses sertifikasi halal, dan (4) Meningkatkan kontribusi produsen produk halal baik skala mikro, menengah, dan besar untuk ekspor produk halal ke seluruh dunia (rantai nilai halal global atau global halal value chain).

Wapres juga telah mengarahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendukung penuh pengembangan ekonomi syariah Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. “Terutama dalam riset bidang sains halal guna mendukung pengembangan dan percepatan pengembangan industri halal Indonesia,” ungkap pria yang disapa Handoko ini.

Handoko kemudian melanjutkan bahwa ada tiga fokus BRIN dalam pengembangan riset sejalan dengan program riset sains halal KNEKS. Program ini yang pertama adalah riset tentang bahan baku substitusi non-halal (terutama untuk makanan, farmasi, dan kosmetik); kedua mengenai teknologi alat deteksi bahan kritis halal (halal rapid assessment); dan ketiga adalah bagaimana pembuatan standardisasi halal bagi Lembaga-Lembaga Penjamin Halal (LPH) di seluruh Indonesia.

“Khusus yang ketiga ini untuk mendukung program sertifikasi halal nasional sebagai pelaksanaan UU No. 33 Tahun 2014 mengenai Jaminan Produk Halal,” kata dia. Standardisasi material halal sangat penting untuk disepakati bersama. Setelah itu standardisasi ini akan menjadi acuan utama dalam berbagai program inovasi produk halal. BRIN siap mendukung program ini.

“Nantinya semua Balitbang Kementerian/Lembaga akan ada di bawah BRIN. Hal ini agar riset-riset strategis terkait ekonomi dan keuangan syariah, seperti standar pengelolaan zakat, wakaf, dsb, juga dapat disinergikan di masa mendatang.” Ujar dia.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia harus mempunyai perhatian yang besar terhadap kehalalan produk, termasuk makanan, obat-obatan, maupun kosmetik. Dengan segala kompleksitas yang ada, dibutuhkan terobosan dalam optimalisasi bahan baku lokal yang halal. Hal ini adalah untuk memenuhi kebutuhan industri produk halal dalam negeri sehingga dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Penulis: Citra Atrina Sari
Redaktur Pelaksana: Ishmah Qurratu'ain

Berita Lainnya