IDEN
Digitalisasi Produk, Wardah Jadi Pioner Kosmetik Halal
26 August 2020

Jakarta, KNEKS - Banyak perusahaan yang mulai memanfaatkan teknologi digital ditengah pandemi Covid-19. Berbagai inovasi dilakukan untuk menjaga operasional perusahaan dan pemasaran produk.

Salah satunya PT. Paragon Technology and Innovation yang mengeluarkan brand komestik Wardah. Komisaris PT. Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subakat menuturkan saat pandemi Covid-19 market share PT. Paragon Technology and Innovation mengalami penurunan tetapi tidak begitu signifikan.

Kenyataan tersebut menjadikan inovasi teknologi sebagai sebuah solusi. Berbagai inovasi seperti konsultasi produk virtual, optimalisasi sosial media, online shop di marketplace dapat meningkatkan penjualan produk PT. Paragon Technology and Innovation.

“Ini dilakukan mengingat 11.000 karyawan kami, kalau tidak cepat ambil sikap maka mereka juga akan terdampak,” tutur Nurhayati pada webinar yang bertajuk Digital Transformasi for Halal Product: How Far Can We Go? Jum’at (14/8)

Nurhayati melanjutkan, transformasi digital pengembangan produk usaha perlu dilakukan terutama sejak diberlakukan kebijakan physical distancing, konsumen mengalihkan perilaku belanja dari offline ke online.

“Sebenarnya tiga tahun belakangan ini e-commerce sudah meningkat. Adanya covid-19 sebagai percepatan kita menuju digitalisasi,” lanjutnya.

Senada dengan Nurhayati, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menyampaikan Indonesia menjadi negara yang penetrasi internetnya tinggi. Tahun 2018 tercatat 64,8% atau 171 juta pengguna internet di Indonesia.

“Apalagi sekarang ketika pandemi bisa jadi terus bertambah dengan kebutuhan internet yang meningkat,” ujar Emir.

Lebih lanjut Emir menambahkan penguatan ekonomi digital menjadi bagian Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI). Maka dari itu, KNEKS merancang strategi guna percepatan transformasi digital. Adapun strategi yang dimaksud:

  1. Mendukung usaha-usaha syariah untuk mendapatkan akses dan mengoptimalkan layanan digital
  2. Membangun sinergi antara industri halal dan layanan keuangan syariah
  3. Mendorong implementasi Q.R Indonesian Standard (QRIS) lebih luas di semua sektor industri halal untuk meningkatkan inklusi digital
  4. Memperkuat kerjasama perbankan syariah dengan fintech syariah dalam meningkatkan pelayanan ke UMKM dan komunitas
  5. Memperkuat pasar tradisional berbasis komunitas melalui digitalisasi
  6. Mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran dana ZISWaf melalui gerakan transformasi digital
  7. Memperkuat dan memperluas kerjasama internasional untuk pengembangan industri halal
  8. Mendorong terciptanya sistem halal traceability dan tracking untuk meningkatkan daya saing produk halal

Aktivitas digital di Indonesia terus meningkat perharinya, “Selain PT. Paragon dengan kosmetik halalnya, ada juga Fintech, perbankan, lembaga amil dan juga saham syariah yang menjadikan digitalisasi sebagai instrumen pengembangan usaha,” pungkas Emir.

Penulis: Aldi, Andika, Annisa
Redaktur Pelaksana: Iqbal

Berita Lainnya