IDEN
International Webinar Halal Pharmaceutical &Healthcare Ecosystem Industry Forum
07 Juli 2022

Jakarta, 06 Juli 2022 - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyelenggarakan International Webinar Halal Pharmaceutical and Healthcare Ecosystem Industry Forum 2022 secara daring (06/07). Dalam acara ini hadir Principal Partner & Halal Industry Strategist Rozi Osman International PLT. Roziatul Akmam, Operation Director PT. Bio Farma M. Rahman Roestan, Assosiate Professor ITB Dr. apt. Ilma Nugrahani, MSi., Vice President Business Development PT. Jababeka Onky Martha, Founder & CEO LBB international Dr. Marco Tieman, Managing Director Barakah Taiwan Hub Dr. Nurundin N.H. Ting, sebagai pembicara.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari hasil riset KNEKS mengenai Preferensi Pasar Rumah Sakit berkompetensi syariah. Berdasarkan survey, masyarakat Indonesia menganggap nilai syariah sebagai tiga faktor utama dalam memilih layanan kesehatan. Selain itu, permintaan vaksin dan obat pendukung halal lainnya selama pandemi covid-19 menunjukan urgensi terhadap status halal pada produk kesehatan di Indonesia.

Permintaan atas layanan kesehatan berkompetensi syariah dan produk kesehatan halal yang besar di Indonesia serta dunia menjadi urgensi, sekaligus peluang ekonomi, dalam menciptakan layanan kesehatan yang kuat dan inklusif di Indonesia.

“Acara ini sejalan dengan agenda prioritas G20 yakni memperkuat arsitektur kesehatan global. Agenda tersebut perlu diperkuat melalui koordinasi sektor keuangan dan kebijakan publik dalam rangka Pandemic Prevention, Preparedness and Response. Pandemi covid-19 telah menunjukkan perlunya sistem kesehatan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Hal ini pun dapat diwujudkan melalui kolaborasi global dimana setiap negara berperan melalui kapasitas nya masing-masing. Meningkatnya kesadaran konsumen akan status halal pada produk kesehatan pun perlu diperhatikan. Hal ini adalah potensi yang besar bagi manufacturer Indonesia meningkatkan produksi halal nya,” Tutur Wempi Saputra, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Sekretariat KNEKS, dalam pembukaan webinar ini.

Industri kesehatan syariah merupakan ekosistem yang tidak hanya melibatkan rumah sakit berkompetensi syariah tetapi juga industri yang menyediakan fasilitas seperti alat kesehatan, vaksin, dan obat-obatan. Saat ini, Indonesia masih memiliki ketergantungan yang tinggi dalam memenuhi fasilitas kesehatan yang berasal dari negara non-OKI. Disisi lain, ketersediaan bahan penyusun, bahan pendukung, media kultur, yang tersertifikasi halal di dunia masih sangat rendah.

“Saat ini Indonesia masih mengimpor 95% bahan penyusun produk dan fasilitas kesehatan. Namun banyak negara dunia yang belum memahami sistem jaminan halal itu sendiri. Untuk membangun ekosistem farmasi dan industri kesehatan yang sustainable yang juga menjamin status halal, diperlukan kolaborasi antar pihak memenuhi sistem jaminan halal dalam keseluruhan rantai suplai nya, mulai dari raw materials, supporting materials, dan supporting equipment. Public private partnerships atau PPP oleh seluruh pihak di dalam ekosistem kesehatan Indonesia bahkan dunia, dapat menjadi kunci sukses dalam mewujudkan hal ini,” tutur Operation Director PT. Bio Farma M. Rahman Roestan

“Strategi halal by design, yakni pembangunan produk halal dengan melibatkan aspek management halal di keseluruhan rantai produksi halal, mulai dari planning, pemilihan bahan, dan proses produksi dibawah pengawasan tim manajemen halal, diperlukan. Termasuk didalamnya pengawasan seluruh aktivitas dalam pengelolaan bahan mentah, proses manufaktur, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran. Oleh karena itu, langkah awal yang dipastikan adalah internal stakeholders perusahaan, top level management, berpartisipasi dalam menjaga terjaminnya proses halal,” jelas Roziatul Akmam, Principal Partner & Halal Industry Strategist Rozi Osman International PLT.

“Pembangunan ekosistem layanan kesehatan syariah dunia memerlukan perspektif yang menyeluruh yakni dalam pencegahan, layanan emergency, penyembuhan (after-care), sampai dengan layanan khusus lanjut usia. Keterlibatan pihak dan network pun diperlukan seperti dari dukungan layanan keuangan syariah dalam dunia kesehatan serta kerjasama dan perdagangan internasional dalam rantai pasok halal,” Ujar Dr. Marco Tieman Founder & CEO LBB international

Dari diskusi yang melibatkan pembicara ahli di bidang layanan kesehatan dunia ini menyimpulkan bahwa harmonisasi standar halal global, pembangunan klaster halal dan network untuk industri farmasi dan layanan kesehatan, penguatan big data, integrasi subjek halal dalam pendidikan dan pelatihan, penguatan research & development, penguatan kerja sama antara institusi riset dan industri, kemudahan aktivitas manufacturing, serta adanya kebijakan insentif, di bidang medicines, science, dan layanan kesehatan, diperlukan dalam membangun ekosistem farmasi dan layanan kesehatan halal di Indonesia dan dunia.

“Membangun ekosistem farmasi dan layanan kesehatan halal perlu waktu yang tidak sebentar dan perlu biaya, maka perlu kolaborasi yang kuat. Diawali dengan memahami kebutuhan konsumen dan pelaku industri, untuk menghasilkan inisiatif strategis yang dapat mempercepat hadirnya produk dan layanan kesehatan halal dan berkompetensi syariah. Serta menangkap peluang ekonomi dari industri sebesar 129 Miliar US dolar ini,” pungkas Afdhal Aliasar, Direktur Industri Produk Halal KNEKS menutup jalannya diskusi di webinar internasional ini.

***

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Inza Putra - Kepala Divisi Promosi dan Kerja Sama Strategis
Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)
Gedung Permata Kuningan Lantai PH
Jl. Kuningan Mulia kav. 9C, Jakarta 12830
Telepon: (021) 80683349  |  Email: inza.putra@kneks.go.id  |  www.kneks.go.id

Berita Lainnya