IDEN
Optimalisasi Potensi ZISWaf Jadi Solusi Penanganan Covid-19
04 September 2020

Jakarta, KNEKS - Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWaf) memiliki potensi besar untuk mendorong pembangunan sosial dan ekonomi terutama di saat pandemi Corona masih melanda.

Hal tersebut disampaikan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Manajemen Eksekutif KNEKS Sutan Emir Hidayat pada webinar yang bertajuk “International Webinar Ensuring Economic Stability and Resiliency in Respon to Pandemic Shock: Policy Choices from Islamic Economics Perspective,” Rabu (26/8)

Emir menjelaskan bahwa pandemi covid-19 berpengaruh kepada perkembangan perekonomian. Turunnya permintaan dan penawaran serta rantai produksi mengakibatkan pengusaha banyak yang gulung tikar, dengan mengutip perkataan Bapak Wapres Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin, M.A “Sekarang banyak yang Misbar alias Miskin Baru.”

ZISWaf menawarkan instrumen keuangan sosial bagi masyarakat miskin dan kelompok yang membutuhkan. ZISWaf memiliki potensi yang besar dalam mengurangi beban fiskal pemerintah dalam menghadapi pandemi covid-19 terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok.

“Menurut World Giving Index report 2019 Indonesia termasuk salah satu negara yang paling dermawan. Potensi inilah yang dapat kita ambil sebagai strategi optimalisasi pengumpulan dana ZISwaf,” ujar Emir.

Selain itu Emir melanjutkan, ZISWaf memberikan sumbangsih terhadap pembangunan infrastruktur nasional. “Bahkan menurut laporan UNDP 2017 dana zakat 500 miliar dolar pertahun dan ini 20 kali lebih besar dari dana kemanusiaan,” lanjutnya.

Agar pengumpulan dana keuangan sosial syariah ini lebih efektif, diperlukan satu program yang terintegrasi dalam sebuah sistem.

“Tren pembayaran ZISWaf dari tahun 2002 sampai 2019, muzaki membayar langsung ke mustahik. Saat ini pemerintah dengan badan amil zakat membuat sebuah program yaitu zakat berbasis wilayah, agar pengumpulan dan penyaluran dana ZISWaf efektif dan tepat sasaran,” terang Emir pada acara yang diselenggarakan IAEI, LPS, dan KNEKS tersebut.

Selain Indonesia, Negara yang melihat optimalisasi ZISWaf ini penting dalam menangani dampak covid-19 ialah Malaysia.

Direktur Eksekutif International Shari’ah Research for Islamic Finance (ISRA) Mohamad Akram Laidin menjelaskan dalam hal mu’amalah, Islam mengajarkan untuk saling tolong-menolong dalam segala hal.

“Di Malaysia dengan zakat, infak dan sedekah membantu para pelaku UMKM agar menjaga keberlanjutan usahanya, sedangkan dana wakaf melalui Wakaf an-Nur dengan mendirikan rumah sakit dan klinik sangat masyarakat terutama ketika pandemi,” tutur Akram.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam hal ini juga menyiapkan optimalisasi ZISWaf sebagai rekomendasi kebijakan selain penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan restrukturisasi perbankan.

Demikian disampaikan Ketua LPS Halim Alamsyah, ia mengatakan dengan mengoptimalkan potensi ZISWaf dapat meringankan masalah sosial dan juga masalah keuangan.

“Covid-19 berdampak pada kegiatan ekonomi global, banyak negara yang merespon krisis ini dengan berbagai kebijakan. Di Indonesia dengan sinergi antara pemerintah dengan OJK dan juga masyarakat pada umumnya dengan prinsip syariah saya yakin hal ini dapat diatasi,” ujarnya.

Penulis: Andika, Aldi, Annisa
Redaktur Pelaksana: Iqbal

Berita Lainnya