IDEN
Fintek Berikan Kemudahan dalam Akselerasi Pertumbuhan Keuangan Syariah
29 July 2020

Jakarta, KNEKS - Finansial Teknologi Syariah atau yang dikenal dengan Fintek Syariah dapat mendukung percepatan akselerasi keuangan syariah di Indonesia. Hingga saat ini Fintek Syariah telah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan.

Dalam acara webinar bertajuk Akselerasi Keuangan Syariah yang diselenggarakan UIN Imam Bonjol Sumatera Barat, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat mengatakan trend transaksi dalam menggunakan teknologi digital kian meningkat tiap tahunnya.

Berdasarkan data East-Ventures Digital Competitiveness index 2019/2020, pertumbuhan nilai transaksi finansial Indonesia menggunakan digital sangat signifikan, baik transaksi pada produk-produk perbankan, pembayaran online, e-commerce, tiket online dan lain sebagainya.

“Pada tahun 2018 saja penggunaan internet banking dan uang elektronik meningkat. Apalagi ekonomi internet Indonesia yang diprediksikan hingga tahun 2025 akan terus tumbuh,” terang Emir.

Emir juga menerangkan tentang penggunaan layanan transaksi digital pada keuangan sosial, yang kian hari juga meningkat seiring dengan banyaknya lembaga-lembaga sosial yang mulai menerapkan transaksi digital. Harapannya penggunaan platform digital perlu terus dioptimalkan dalam penghimpunan dana zakat, infak, sedekah, wakaf (ZISWAF).

“Mengenai zakat, KNEKS mengusung program pengelolaan zakat berbasis wilayah yang terintegrasi digital. Untuk wakaf uang juga dapat disalurkan ke bank-bank syariah yang kami sebut lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang (LKS-PWU),” lanjutnya.

Ketua Asosiasi Fintek Syariah Ronald Yusuf Wijaya dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan Indonesia merupakan negara tempat berkembangnya Fintek Syariah di dunia.

Hal ini menurutnya, pertama sebagian besar masyarakat Indonesia tergolong unbanked artinya mereka belum banyak memanfaatkan fasilitas bank. Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kelas menengah. Ketiga, Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di Indonesia. Keempat, Indonesia merupakan negara paling siap menghadapi kemajuan teknologi dan digital.

“Dibandingkan dengan Mesir, Bangladesh, dan Pakistan, Indonesia lebih siap dengan kemajuan teknologi khususnya dalam pengembangan Fintek Syariah ini,” ujar Ronald.

Ronald yang juga pendiri Kapital Boost menjelaskan Fintek merupakan perpaduan antara teknologi dengan fitur keuangan. Financial Stability Board (FSB) membagi 4 jenis Fintek.

“Pertama Fintek yang digunakan untuk pembayaran. Kedua. Deposito. Ketiga, market support yang mendukung ekosistem Fintek global termasuk kecepatan, dan kemudahan transaksi. Keempat, Fintek yang dipakai untuk investasi dan manajemen risiko,” jelasnya.

Ia menyarankan bagi para calon nasabah untuk dapat mempelajari Fintek yang akan digunakan dalam bertransaksi. Fintek yang aman adalah Fintek yang berada di bawah pengawasan OJK dan Bank Indonesia. “Jangan sampai memilih Fintek yang salah dengan diiming-imingi kemudahan prosedur, tetapi bunganya 1% sehari,” pungkas Ronald.

Penulis: Aldi, Andika, Ishmah
Redaktur Pelaksana: Iqbal

Berita Lainnya