IDEN
Penyelenggaraan Pelatihan BMT 4.0 di Aceh
26 Juli 2022

Aceh, KNEKS - Pada hari Selasa-Jumat (19-22/7), Komite Nasional Keuangan dan Ekonomi Syariah (KNEKS) menyelenggarakan pelatihan Baitul Maal wat-Tamwiil (BMT) 4.0 bertempat di hotel Kyriad Muraya Banda Aceh.  Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta pelatihan yang diseleksi dari koperasi-koperasi yang ada di provinsi Aceh.

Ahmad Juwaini selaku Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan tersebut. Dalam sambutannya, Ahmad menyampaikan bahwa di Aceh, pada akhir tahun 2021, ada 6.602 koperasi yang 3.777 diantaranya masih aktif.

Merujuk kepada jumlah UMKM dan anggota koperasi di Aceh yang berjumlah 80.764 maka rasio antara UMKM dengan koperasi relatif tinggi dibandingkan dengan provinsi lain. Oleh karena itu di Aceh tantngannya bukan pada kuantitasnya namun pada kualitasnya.

Tantangan lain bagi Aceh adalah pemenuhan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Hingga saat ini baru ada 172 DPS, padahal KSP di Aceh sesuai Qanun LKS Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Aceh, setiap koperasi syariah wajib memiliki DPS.

Dengan adanya Qanun nomor 11 tahun 2018 tentang LKS maka Aceh memiliki kebutuhan layanan keuangan syariah yang besar. Selain itu Aceh diharapkan bisa menjadi pusat atau laboratorium keuangan syariah.

LKS di Aceh harus sukses untuk menjadi teladan dan menjadikan daerah lain tertarik untuk memperluas layanan layanan keuangan syariahnya.  Pelatihan BMT 4.0 di Aceh adalah salah satu upaya untuk mendukung pelaksanaan Qanun LKS di Aceh.

Bagus Aryo, selaku Kepala Divisi Institusi Keuangan Mikro Syariah (IKMS) KNEKS pada paparan selanjutnya menjelaskan bahwa tugas utama KNEKS adalah mempercepat, memperluas dan memajukan keuangan syariah.  

Sebelumnya lembaga ini bernama Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Pada tahun 2020 ada tambahan “E” yang merupakan kepanjangan dari ekonomi, karena mandat KNEKS menjadi lebih luas tidak hanya aspek keuangan namun meliputi keseluruhan ekosistem keuangan syariah.  Salah satu satu bagian dari ekosistem itu adalah Baitul Maal wat-Tamwiil (BMT).

Bagus menjelaslan bahwa BMT bagi KNEKS adalah konsep keuangan mikro yang mensenyawakan antara sosial (Baitul Maal) dan bisnis (Baitut Tamwiil). Oleh karena itu, semua IKMS yang mengunakan konsep tersebut bisa disebut sebagai BMT meskipun secara formal bernama Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) atau Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). 

Salah satu program prioritas KNEKS untuk pengembangan BMT agar bisa lebih berperan dalam pemberdayaan masyarakat adalah melalui digitalisasi BMT. Salah satu bentuk kegiatan dari program tersebut adalah pelatihan BMT 4.0.

Bagus kemudian menambahkan bahwa digitalisasi IKMS memiliki 4 tahapan atau cakupan yakni:

  1. Core system digital
  2. Pengawasan berbasis digital
  3. Pengembangan layanan anggota dengan teknologi digital
  4. Pengembangan bisnis berbasis digital

Materi pelatihan BMT 4.0 meliputi akad-akad syariah, kelembagaan dan manajemen koperasi hingga aplikasi digital untuk BMT.  Para peserta diminta membawa laptop pada acara pelatihan sehingga bisa langsung praktek pada saat pelatihan.

Pelatih pada acara ini berasal dari Pusat Inkubasi Usaha Kecil (PINBUK) yakni Deni Irawan, Aslichan Burhan dan Aceng Qudsi. Pelatihan BMT 4.0 di Aceh merupakan pelatihan kedua yang diselenggarakan oleh KNEKS pada tahun 2022.

Penulis: Iwan Rudi Saktiawan
Redaktur Pelaksana: Ishmah Qurratu'ain

Berita Lainnya