IDEN
Pelatihan BMT 4.0 di Bandung
29 Juni 2022

Bandung, KNEKS - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyelenggarakan Pelatihan Baitul Maal wat-Tamwiil (BMT) 4.0 pada tanggal 21-24 Juni 2022 bertempat di Hotel Courtyard Bandung. Pelatihan diikuti oleh 40 peserta yang merupakan perwakilan dari Institusi Keuangan Mikro Syariah (IKMS) di Jawa Barat. Para peserta berasal dari IKMS yang berbasis masjid, pesantren dan umum. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program prioritas KNEKS yakni IKMS/BMT 4.0: Transformasi digital dan sustainabilitas.

Acara dibuka oleh Ahmad Juwaini selaku Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS. Dalam sambutannya Ahmad menyampaikan bahwa saat ini masiih banyak usaha mikro kecil dan menengah yang belum terlayani oleh IKMS baik yang berbentuk bank maupun yang nonbank.  IKMS nonbank berbentuk koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah (KSPPS) yang diawasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM serta Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan IKMS berbentuk bank adalah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Ahmad selanjutnya menjelaskan bahwa bila diasumsikan satu IKMS nonbank beranggotakan 5 ribu orang sedangkan jumlah KSPPS 4.169 dan LKMS 79, maka yang sudah terlayani berjumlah 21.240.000 orang. Sedangkan bila setiap BPRS diasumsikan memiliki nasabah 10 ribu orang UMKM, sedangkan jumlah BPRS saat ini 165, maka yang sudah terlayani berjumlah 1.650.000 UMKM. Dengan asumsi tersebut, maka total UMKM yang sudah terlayani baru berjumlah 22.890.000 orang masih jauh dari total UMKM saat ini.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Pak Teten Masduki pada rapat pleno KNEKS, total UMKM saat ini berjumlah 67 juta. Dengan demikian masih ada lebih dari 44 juta UMKM yang belum terlayani oleh IKMS.  Kemungkinan besar, mayoritas UMKM yang belum terlayani tersebut akhirnya mengakses layanan rentenir, yang saat ini bunganya bisa mencapai 4% setiap pekannya.

Dengan perhitungan kasar tersebut, maka kita bisa mengetahui bahwa masih banyak UMKM yang membutuhkan layanan IKMS, baik pengembangan dari IKKS yang sudah ada maupun pendirian IKMS baru.   Selain ada kebutuhan IKMS untuk menjangkau lebih banyak lagi UMKM, ada kebutuhan untuk meningkatkan kualitas IKMS.

Sebelum masuk ke materi substansi pelatihan, Bagus Aryo selaku kepala Divisi IKMS KNEKS memberikan penjelasan tentang KNEKS dan program IKMS/BMT 4.0.  Selain itu, Bagus menjelaskan tentang ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di mana IKMS menjadi salah satu komponennya. Dijelaskan pula bahwa KNEKS memprioritaskan digitalisasi untuk pengembangan IKMS.  Digitalisasi yang dikembangkan bersifat menyeluruh meliputi digitalisasi operasional, kelembagaan, layanan dan pengembangan bisnis.   Diharapkan dengan adanya digitalisasi tersebut IKMS mampu berkontribusi secara optimal untuk peningkatan masyarakat berpenghasilan rendah.

Fasilitator pelatihan berasal dari Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) diantaranya Aslichan Burhan, Deny Irawan, Aceng Qudsi dan Yayat Nurhidayat.  Selain materi tentang dasar-dasar keuangan mikro syariah peserta dilatih penguasaan teknologi digitalisasi BMT baik secara teori maupun secara praktek.  Setelah pelatihan diharapkan BMT-BMT tersebut menjadi pilot project BMT yang beroperasi secara digital.

Materi pelatihan meliputi aspek syariah, perkoperasian, manajemen BMT dan aplikasi digital bagi IKMS.  Selain mendapatkan materi pelatihan, peserta mendapatkan web-based core system secara gratis untuk BMT yang sudah mengadopsi teknologi digital.

Sebelum acara ditutup oleh Bagus Aryo, Eka Jati selaku kepala Divisi Inklusi Keuangan Syariah KNEKS memberikan materi tentang marketing yang juga memotivasi peserta untuk optimis mengimplementasikan ilmu pelatihannya dan mencapai target bisnis yang direncanakan.

Selain di Bandung yang merupakan pilot project BMT 4.0 untuk wilayah Jawa Barat, pada tahun 2022, akan diselenggarakan pula pelatihan serupa di 4 provinsi lainnya, yakni Aceh, Sumatera Barat, Lampung, dan Jawa Timur.

Penulis: Iwan Rudi Saktiawan
Redaktur Pelaksana: Ishmah Qurratu'ain

Berita Lainnya