IDEN
Pariwisata Ramah Muslim Raih Prestasi di Masa Pandemi
03 Juni 2022

Jakarta, KNEKS - Geliat Pariwisata Ramah Muslim Indonesia kembali bergelora. Meningkatnya ranking Indonesia sebagai destinasi ramah muslim terbaik setelah Malaysia, membuktikan Indonesia memiliki something to offer kepada turis muslim dunia. Rilis The Global Muslim Travel Index (GMTI) terbaru yang diluncurkan MasterCard dan CrescentRating pada Rabu (1/6) di Singapura, mencatatkan posisi Indonesia naik dari posisi keempat menjadi kedua di tahun 2022. Indonesia berhasil meraih total skor 70 bersama Saudi Arabia dan Turki. Adapun penilaian pada laporan GMTI 2022 dilakukan berdasarkan beberapa indikator seperti akses, komunikasi, lingkungan dan layanan di destinasi wisata. 

Pariwisata Ramah Muslim atau Moslem Friendly Tourism menyimpan potensi besar yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan para pelaku industri pariwisata. Apalagi Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Sudah selayaknya Indonesia bersiap untuk memimpin wisata ramah Muslim dunia. Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap industri pariwisata dunia, termasuk sektor pariwisata di Indonesia. Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) memperkirakan terjadinya penurunan kunjungan wisatawan internasional sebesar 20% sampai 30% di tahun 2020. Kerugian global dari lesunya industri pariwisata akibat pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai US$300 miliar.

Masa pandemi Covid-19 yang hampir berakhir dan adopsi era new normal pada sektor pariwisata saat ini merupakan momentum untuk bangkit kembali. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan pelaku industri pariwisata bersama-sama menyiapkan pedoman aktivitas dan destinasi wisata yang telah sesuai dengan era new normal. Beberapa strategi yang dilakukan Pemerintah RI untuk pemulihan sektor pariwisata pasca pandemi antara lain pembangunan infrastruktur pariwisata, peningkatan kemampuan SDM sektor pariwisata, serta penguatan peran masyarakat dan UMKM sebagai agen perubahan pariwisata (Guidelines for Strengthening Communities and MSME as Tourism Transformation Agents).

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, Indonesia harus menciptakan peluang-peluang usaha berbasis halal, dengan berinovasi, adaptasi dan berkolaborasi bersama untuk memulihkan industri wisata ramah muslim. Setelah dunia dinyatakan “sembuh” dari covid-19, wisatawan mancanegara menantikan Indonesia memberikan extended services, mulai dari akomodasi ramah muslim, makanan dan kuliner halal dan jasa lainnya termasuk kemudahan untuk beribadah.

Pemerintah berkomitmen untuk memperkuat ketahanan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar pemulihan ekonomi pasca pandemi. Pariwisata ramah muslim sebagai bagian dari industri halal merupakan alternatif pendorong pertumbuhan ekonomi dunia. Permintaan konsumen dunia terhadap industri halal terus meningkat setiap tahunnya.

Sejalan dengan misi tersebut, gelaran Presidensi G20 yang diselenggarakan sejak Desember 2021 hingga November 2022 mendatang, akan menjadi peluang dan ajang promosi yang tidak boleh terlewatkan. Kemenparekraf akan meluncurkan side events pariwisata yang menonjolkan keragaman budaya, potensi wisata, investasi dan ekonomi kreatif selama perhelatan G20 berlangsung. Mengusung tagline “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia optimistis dan semangat bersama-sama untuk pemulihan ekonomi yang lebih kuat. Penyelenggaraan side events ini diharapkan dapat menggerakan perekonomian masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Kegiatan ini melibatkan pelaku pariwisata dan masyarakat setempat khususnya.

Selama perhelatan Presidensi G20 berlangsung, telah tercatat 121 side events yang akan dilaksanakan hingga November 2022. Pelaksanaan side events tersebut akan tersebar di berbagai lokasi di Indonesia, termasuk 5 daerah Destinasi Pariwisata Super Prioritas, yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) dan Likupang (Sulawesi Utara).

Tentu saja masih diperlukan pembenahan untuk terus meningkatkan industri halal di Indonesia. Dengan pencapaian saat ini serta kerja sama berbagai pihak, tidak berlebihan jika Indonesia optimis bisa memimpin wisata ramah muslim di dunia.

Penulis: Marini Sayuti
Redaktur Pelaksana: Ishmah Qurratu'ain

Berita Lainnya