IDEN
Workshop Series 4: Pendampingan Penerbitan Jurnal Internasional Scopus
26 Agustus 2021

Jakarta, KNEKS - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mengadakan sesi pendampingan langsung untuk menerbitkan penelitian dengan kualitas terbaik pada jurnal internasional Scopus kepada para panelis dan audiens dalam Research Workshop Series 4, pada hari Senin (23/8). Hal ini sebagai salah satu program strategis KNEKS untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset ekonomi dan keuangan Syariah Indonesia sesuai dengan standar internasional.

Dr. Sutan Emir Hidayat selaku Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah pada pembukaan acara menuturkan, “Sesi workshop keempat ini dilaksanakan atas kerjasama KNEKS, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Indonesia, IPB University dan IAEI DPW DKI Jakarta. Dengan adanya workshop ini diharapkan 73 peserta workshop bisa mendapatkan pengetahuan yang diberikan oleh Prof. Mansor Ibrahim Deputy President Academic and Dean of School of Graduate Studies in International Centre for Education in Islamic Finance (INCEIF) dan mengerjakan tugas yang telah diberikan dengan baik. Para peserta diharapkan juga dapat aktif selama menjalani workshop ini dan dapat mengirimkan papernya ke jurnal Scopus dan diterima.”

Pada workshop series 4 ini, Prof. Dr. Mansor Ibrahim selaku mentor dan pembicara menyampaikan bahwa ketika memilih metode, penulis harus mengerti kelebihan, kekurangan, dan perbedaan dari tiap metode agar dapat memilih metode yang tepat dengan objektif. Selain itu, pada saat membaca artikel, tidak disarankan hanya mengambil informasi-informasi yang ada, seperti sampel dan variabel yang digunakan tetapi perhatikan juga cara penulisan dalam menyampaikan informasi yang digunakan untuk menyambung antar paragraf.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pada saat penulisan bagian data, untuk mempermudah penulisan harus terlebih dahulu mengetahui definisi dari variabel dan cara mendapatkan variabel tersebut beserta sumber dari setiap variabel yang didapat karena data menyajikan ukuran dari tiap variabel yang digunakan. Struktur data sendiri dibagi menjadi 3 bentuk, cross-section yaitu kumpulan dari beberapa data individu, time series yaitu kumpulan dari beberapa data waktu, dan panel data yakni kombinasi dari cross-section dan time series.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Mansor Ibrahim menuturkan bahwa terdapat 3 perbedaan struktur pada paper, khususnya pada sub-bab data dan metode. Struktur 1 di mana data dan metode dalam 1 sub-bab, struktur 2 di mana metode dan data terpisah dalam 2 sub-bab yang berbeda, dan struktur 3 di mana metode dan data terpisah dalam 2 sub-bab yang berbeda dengan data digabungkan dengan hasil pada 1 sub-bab yang sama.

“Untuk menentukan struktur mana yang harus dipakai, peneliti diharuskan menjawab terlebih dahulu pertanyaan: ‘Seberapa banyak yang harus dijelaskan?’. Adapun dari struktur paper yang dipilih, pembaca harus bisa merekonstruksi paper. Jika penulis merasa pembaca sudah familiar dengan variabel dan penelitian pada paper, maka gunakan struktur 1. Jika anda memiliki banyak hal yang ingin dijelaskan, maka gunakan struktur 2. Namun jika anda tidak memiliki banyak hal untuk dijelaskan, maka gunakan struktur 3,” ujarnya menjelaskan.

Selanjutnya, Prof. Dr. Mansor Ibrahim menuturkan untuk menjadikan sebuah penelitian kuat, peneliti harus memperhatikan “Typical Data Write Up” yang dalam hal ini diambil contoh penelitian metode empiris. Pada saat menentukan variabel apa yang sangat cocok untuk digunakan dalam penelitian kita, beliau menyatakan untuk melakukan robustness test (ketajaman data) untuk mengecek variabel mana yang cocok untuk digunakan yang diambil dari jurnal yang baik.

Workshop series 4 ini diperkaya beberapa pertanyaan yang diajukan oleh panelis dan audiens seperti pertanyaan dari Dr. Tika Arundina selaku panelis yang menanyakan Bagaimana jika kita memiliki ukuran variabel tersendiri tidak seperti penelitian sebelumnya? Jika kita memiliki keterbatasan data apakah kita dapat tetap menggunakan data yang ada atau tidak bisa?”.

Dari pertanyaan tersebut, Prof. Dr. Mansor Ibrahim menjawab untuk mengeluarkan bagian yang memiliki pengamatan ekstrem agar error yang ada dapat dicatat, selanjutnya winsorize data anda, lalu lanjutkan regresi tetapi dengan catatan tetap melakukan tes outlier dan menghapus outlier.

Pada saat akhir pemaparan, Prof. Dr. Mansor Ibrahim menuturkan, “Anda harus melakukan prosesnya secara step by step seperti melakukan metode estimasi, mengecek ketajaman (robustness test), dan metode alternatif apa yang digunakan. Jika dalam prosesnya kita kurang cermat bahkan tidak mengetahui tahapannya, maka mereka akan menolak jurnal Anda.”

Dengan diadakannya Research Workshop Series 4 ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas riset ekonomi dan keuangan Syariah Indonesia yang sesuai dengan standar internasional dengan tujuan untuk mempercepat  peningkatan pembangunan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang signifikan, menyeluruh, dan integratif.

Penulis: Nadiah Hidayati dan Abduraafi Rasyid Ridho
Redaktur Pelaksana: Ishmah Qurratu'ain

Berita Lainnya